Majalah musik merupakan salah satu media massa yang memiliki kepopularitasannya tersendiri. Hal ini bisa dilihat dari seni musik yang memang tidak akan pernah surut sepanjang masa. Namun untuk masa sekarang ini kepopularitasan media massa versi cetak jelas menurun. Selain sekarang adalah zaman digitalisasi yang mana banyak orang sudah nyaman mengakses suatu secara simpel dan nyaman, di tengah pandemi ini, konsumsi online meningkat di saat perbisnisan offline mengalami penurunan. Namun begitu, terdapat beberapa kalangan yang konsisten mempertahankan sisi romantisme nya dengan tidak melupakan begitu saja mengenai sejarah perindustrian musik. Mengetahui hal itu, beberapa media musik yang dulu rajin menerbitkan majalah maupun tabloid musik, sekarang menyediakan platform online dan mengarsipkan artefak jurnalisme nya pada situs web yang sudah di buatnya agar bisa di akses dengan mudah oleh para pembaca dan penggemar. Berikut beberapa arsip media cetak dari majalah musik yang bisa diakses secara mudah dan tentunya gratis!

  1. Generator
    Majalah cetak Generator merupakan majalah yang sudah terbit sejak 1993 lalu yang diedarkan di US dan UK. Majalah yang memiliki jargon khas ‘energy and culture of dance music’ ini memuat rubrik seputar club culture dan musik elektronik. Walaupun memiliki jumlah halaman yang terkesan lebih sedikit daripada majalah lain, Generator memiliki kurasi editorial yang lebih luas dan lebih sidestream. Pada saat itu Generator juga lebih menonjolkan beberapa DJ yang sebenarnya saat itu masih underground. Untuk sekadar bernostalgia atau mencari informasi terdahulu, Generator memudahkan para pembaca dengan mengarsipkan majalahnya edisi tahun 1993 hingga 1996 pada situs web online mereka yang bisa diakses secara bebas dan mudah.
  2. Muzik Magazine
    Majalah yang satu ini juga berasal dari UK, Muzik Magazine merupakan majalah cetak yang beredar pada era rave. Majalah musik bulanan yang terkenal dengan gaya bahasanya yang berani ini beredar pada kurun waktu 1995 hingga 2003 dan secara khusus ditujukan kepada para penggemar dance music ketimbang clubber musiman. Pada prestasi emasnya, Muzik Magazine sempat mengalami penjualan hingga 50.000 eksemplar setiap bulannya. Selain memiliki rubrik music review yang terkenal variatif dan ekstensif, Muzik Magazine juga terkenal dengan coverage serta fiturnya mengenai club culture yang cukup banyak. Anda bisa mengakses website mereka melalui online secara bebas untuk melihat katalog digital nya yang sudah diarsipkan lengkap dari seluruh edisi yang dimilikinya.
  3. Aktuil
    Aktuil merupakan sejarah yang penting bagi dunia per-jurnalistik-an musik di Indonesia. Majalah satu ini merupakan majalah pertama yang secara khusus membahas musik di Indonesia. Aktuil merupakan majalah yang berpengaruh pada era-nya, yaitu pada sekitar tahun 1969 hingga 1970 -an. Sebagai satu-satunya media permusikan pada waktu itu, Aktuil mengambil peran besar di kalangan para pecinta musik. Disamping itu, Aktuil di gemari banyak orang karena menyediakan bonus poster serta cover nya bisa dijadikan pajangan atau koleksi oleh para pembacanya. Tidak berhenti disitu saja, Aktuil bahkan pernah mengadakan konser besar di Stadion GBK -dulu Stadion Utama Senayan- dengan mengundang Deep Purple pada tahun 1975. Saat itu antusiasme banyak orang tidak dapat dibendung karena pada zaman itu performer dari luar negeri sangatlah jarang. Menyadari nilai historis nya, Museum Musik Indonesia mendigitalisasikan arsip majalah aktuil secara rapi dengan dibantu institusi yang dibawahi oleh UNESCO. Anda bisa mengakses arsip Aktuil tersebut melalui situs web Museum Musik Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *