Hai, Majalah Musik Yang Terlupakan

Hai, Majalah Musik Yang Terlupakan – Musik adalah hidup. Sebagian besar orang akan berkata demikian jika ditanya apa yang paling membuat mereka bahagia. Music adalah bagian dari kehidupan masyarakat itu sendiri. Industry music yang telah berkembang membawa perubahan baru bagi para penikmat music pintar. Bagi sebagian masyarakat mendengarkan music saja mungkin tidak akan memuaskan hati mereka. nah, bagi masayarakat di awal tahun 90an pastilah kenal dengan majalah hai, ya majalah keren yang mengulas habis music, lirik dan berita terkini para musisi terkenal tanah air. Lalu untuk generasi awal abad ke 20 tahukah mereka, apa itu majalah hai?

Sebelum kemajuan teknologi seperti sekarang ini, masayarakat menikmati berita dan info terbaru dari majalah, koran, dan selebaran. Untuk para pencinta music khususnya anak muda , pasti tidak akan asing dengan majalah hai. Majalah para remaja era 90 an ini memberi banyak informasi dan pengetahuan baru bagi para penikmat music kala itu. Majalah hai pertama kali diterbitkan pada tahun 1977. Majalah ini tidak hanya membahas tentang berita terbaru para musisi terbaik saat itu, tetapi juga kumpulan lirik lagu, musik terbaru yang sedang heboh hingga gossip para musisi yang pasti akan sangat menarik bagi para pembaca.

Majalah ini sendiri awalnya berdiri karena antusiasme masyarakat kala itu yang lebih memilih menyewa dvd dan kaset dari tempat persewaan. Untuk mendonngkrak penjualan majalah hai juga mereview berbagai jenis music dari mancanegara. Tidak hanya Indonesia, majalah hai merambah ulasan tentang band- band dan musisi luar negeri yang yang pada era 90 an sangat digandrungi oleh remaja Indonesia. Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi majalah yang satu ini mulai ditinggalkan,walau telah memperbarui konten yang tak melulu berupa music tapi majalah hai tetap terbelakang karena munculnya berita-berita online yang semakin mudah diakses. Kini setiap lapisan masyarakat telah memiliki perangkat pintar telepon selular yang bisa mencari informasi apapun dalam jumlah yang tak terbatas. Dan majalah hai akhirnya benar-benar ditinggalkan.